Rendang adalah masakan Indonesia yang pernah dinobatkan sebagai makanan terenak di dunia oleh beberapa lembaga kuliner internasional. Kunci rendang yang baik bukan pada kerumitan bahan, melainkan pada kesabaran dalam proses memasak dan keseimbangan rempah.
Bahan-Bahan (untuk 6–8 porsi)
- 1 kg daging sapi sengkel atau gandik, potong 4–5 cm
- 1,5 liter santan kental dari 2 butir kelapa
- 4 lembar daun jeruk purut
- 3 lembar daun kunyit
- 2 batang serai, memarkan
- 3 cm lengkuas, memarkan
- Garam secukupnya
Bumbu Halus:
- 12 buah cabai merah keriting
- 6 buah cabai merah besar, buang biji
- 10 siung bawang merah
- 6 siung bawang putih
- 4 cm jahe
- 3 cm kunyit
- 3 cm lengkuas
- 5 butir kemiri, sangrai
- 1 sdt ketumbar, sangrai
- ½ sdt jintan
Cara Memasak
Masukkan santan, bumbu halus, dan seluruh bumbu aromatik (daun jeruk, daun kunyit, serai, lengkuas) ke dalam wajan besar. Masak dengan api sedang sambil terus diaduk hingga santan mendidih. Masukkan daging sapi, aduk rata, dan masak dengan api sedang hingga santan mengental dan berminyak — proses ini memakan waktu sekitar 1,5–2 jam.
Setelah santan berminyak dan kuah mulai menyusut, kecilkan api dan terus aduk secara berkala. Proses ini yang memakan waktu paling lama, bisa 2–3 jam lagi. Rendang siap ketika warnanya sudah cokelat kehitaman, bumbu sudah sangat kering menempel pada daging, dan minyak kelapa terpisah bening di pinggir wajan.
Perbedaan Rendang Basah dan Rendang Kering
Rendang basah (disebut kalio) dimasak hingga kuah santan mengental tapi belum kering — warnanya cokelat muda dan masih berkuah. Rendang kering dimasak jauh lebih lama hingga semua cairan menguap dan bumbu benar-benar mengering di permukaan daging — warnanya cokelat tua hingga kehitaman. Keduanya lezat, tapi rendang kering bisa bertahan lebih lama hingga berminggu-minggu pada suhu ruang.
Di Rumah Makan Sari Rempah, rendang kami dimasak sejak pagi hari menggunakan resep turun-temurun yang telah kami jaga konsistensinya selama lebih dari dua dekade.